Kamis, 27 November 2014

Perbandingan Batu Bata, Batako dan Bata Ringan



Oleh : Sunardi


     Pada artikel  kali ini saya  akan membahas mengenai perbandingan antara batu bata,batako dan bata ringan. Tentunya bagi anda yang sedang ingin membangun atau merenovasi rumah memilih bahan untuk membangunnya adalah hal yang sangat penting, jadi sebelum anda memutuskan untuk membangun rumah ada baiknya anda mengetahui tentang masing-masing kelebihan dan kekurangan dari batu bata,batako ataupun bata ringan . Perbedaan tersebut tentunya akan mempengaruhi biaya pembangunan serta aplikasi dilapangan. Berikut ini kami sampaikan mengenai keunggulan serta kelemahan dari batu bata, batako, dan bata ringan.
1.      BATU BATA

     Batu batu bata merupakan salah satu jenis bahan dasar pembangunan  rumah yang sudah sangat umum digunakan di Indonesia, dari zaman dulu hingga zaman modern seperti saat ini batu bata memang sudah menjadi salah satu bahan wajib didalam membangun rumah. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.

Gbr.Batu Bata

      Batu bata yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu  saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material batu bata  akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material batu bata. Selain itu Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api.
Kelebihan Batu Bata :
  • Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
  • Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
  • Mudah untuk membentuk bidang kecil
  • Murah harganya
  • Mudah mendapatkannya
  • Perekatnya tidak perlu yang khusus.
  • Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.
Kekurangan Batu Bata :
  • Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
  • Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
  • Cenderung lebih boros dalam  penggunaan  material perekatnya.
  • Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
  • Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
  • Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
  • Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
  • Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan.

2.       BATAKO
     Selanjutnya setelah batu bata adalah Batako, material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari batu bata, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti batu bata yang terbuat dari material tanah. Batako cenderung lebih ringan daripada batu bata. Teksturnya pun terlihat lebih halus dari batu bata.
                                                                   

   Gbr. Batako



Batako

Gbr.Ukuran Batako
Spesifikasi Batako
  1. Ukuran Batako 10 cm x 20 cm x 40 cm.
  2. Jumlah kebutuhan batako per m2 11 bh
  3. Berat jenis batako basah = +/- 1000 kg/m3
  4. Berat jenis batako kering = +/- 950 kg/m3
  5. Tahan terhadap apai selama +/- 4 jam.
  6. Kuat tekan batako +/- 5 N/mm2
  7. Konduktifitas termis batako +/- 0,339 W/mk

Kelebihan Batako :
  • Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
  • Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga lebih hemat.
  • Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
  • Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
  • Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan.
  • Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
  • Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Pemasangan lebih cepat.
Kekurangan Batako :
  • Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
  • Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
  • Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

3.      BATA RINGAN ( HEBEL / CELCON )
     Material dinding yang terakhir adalah Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon. Material bata ringan ini pembuatannya sudah sangat modern dimana material ini dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.

Gbr. Bata Ringan
 Kelebihan Bata Ringan :
  • Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
  • Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
  • Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
  • Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
  • Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
  • Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
  • Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Mempunyai kekedapan suara yang baik.
  • Kuat tekan yang tinggi.
  • Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.
Kekurangan Bata Ringan :
  • Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
  • Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
  • Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
  • Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
  • Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
  • Agak susah mendapatkannya, hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini.
  • Penjualannya pun dalam volume (m3) yang besar.
     Dari penjelasan diatas maka anda sudah dapat membandingkan kekurangan dan kelebihan diantara batu bata, batako, maupun bata ringan. Tentunya anda jadi bisa menyesuaikan bahan material dinding apa yang akan anda gunakan untuk membangun dinding rumah impian anda disesuaikan dengan  anggaran biaya, keinginan, serta efektifitas dari bahan material yang akan anda gunakan. Demikianlah artikel kami kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda dan dapat menjadi referensi anda didalam menentukan material terbaik untuk rumah anda.
Referensi :
Soegihardjo, R., PR. Soedibjo. 1977. Ilmu Bangunan Gedung. 1.Dikmenjur Depdikbud. Jakarta.
Supribadi, I Ketut. 1986. Ilmu Bangunan Gedung. Bandung : Armico.
Subarkah, Iman. 1980. Konstruksi Bangunan Gedung. Bandung : Idea

Minggu, 26 Oktober 2014

PENILAIAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SMA


 
     



  OLEH:
    
         M. Nawi Harahap


Latar Belakang

Dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut menjadi parameter utama untuk merumuskan Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas 8 (delapan) standar. Salah satu dari 8 standar tersebut adalah Standar Penilaian Pendidikan yang bertujuan untuk menjamin: (a) perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, (b) pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan (c) pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Pengertian Penilaian

Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Wiggins (dalam Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013, 2013) mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran.  Penilaian autentik mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menanya, menalar, mencoba, dan membangun jejaring. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam kehidupan nyata (real life). Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan ilmiah  (scientific approach) dalam pembelajaran di SMA. Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.

Ruang Lingkup Penilaian  

Pada Kurikulum 2013 kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran. Kompetensi Inti (KI) menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, artinya semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti. Kompetensi dasar (KD) dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan.
Kompetensi Inti dirumuskan sebagai KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4.
§  KI-1: kompetensi inti sikap spiritual
§  KI-2: kompetensi inti sikap sosial
§  KI-3: kompetensi inti pengetahuan
§  KI-4: kompetensi inti keterampilan
Untuk setiap materi pokok tertentu terdapat rumusan KD pada setiap aspek KI.

Pendekatan Penilaian

Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP). Dalam Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 dijelaskan bahwa PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik. Sekolah menetapkan acuan patokan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Mekanisme Penilaian

Dalam Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, serta Pemerintah dan/atau lembaga mandiri. Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian autentik, penilaian diri, penilaian proyek, ulangan harian, ulangan tengah semester (UTS), ulangan akhir semester (UAS), ujian tingkat kompetensi (UTK), ujian mutu tingkat kompetensi (UMTK), ujian sekolah (US), dan ujian nasional (UN).



Teknik dan Instrumen Penilaian
1. Penilaian kompetensi sikap
Sikap dalam mata pelajaran berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam mata pelajaran adalah sikap terhadap: materi pelajaran, guru/pengajar, dan proses pembelajaran.Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri (self assessment), penilaian teman sejawat/antarpeserta didik (peer assessment), dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah lembar pengamatan berupa daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. Penilaian sikap dinyatakan secara kualitatif dengan kriteria Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K).

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Instrumen tes tulis dapat berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran. Bentuk soal yang sering digunakan di SMA adalah pilihan ganda dan uraian. Butir soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Untuk tingkat SMA biasanya digunakan 5 (lima) pilihan jawaban. Dari kelima pilihan jawaban tersebut, salah satu adalah kunci (key) yaitu jawaban yang benar, dan lainnya disebut pengecoh (distractor).
Contoh soal pilihan ganda.
   Mata Pelajaran                        : Matematika  
Kelas/Semester                        : X / 1
Tahun Pelajaran                       : 2013/2014
    Kompetensi Inti                      :
3.   Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Kompetensi Dasar:
3.1 Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan
      karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran
      langkah-langkahnya.
Indikator:
Melakukan operasi aljabar pada bentuk logaritma.
Rumusan butir soal:
Jika 2log a + 2log b = 12 dan 3.2log a – 2log b = 4, maka a + b = …
A. 144             B. 272             C. 528             D. 1.024          E. 1.040
JAWABAN : B
Penilaian untuk tes bentuk pilihan ganda, setiap butir soal yang dijawab benar mendapat skor 1, dan yang dijawab salah/tidak dijawab/lebih dari satu jawaban yang dipilih tidak mendapat skor. Nilai siswa adalah (jumlah jawaban benar : jumlah butir soal) x 4.
Contoh: Jumlah soal 40 butir
Adi menjawab benar 32
Nilai Adi = (32/40) x 4 = 3.20
Tes tulis bentuk uraian atau esai menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan dan menuliskan jawabannya dengan kalimatnya sendiri.
Contoh soal bentuk uraian
Mata Pelajaran: Matematika
Kelas/Semester: X / 2
Tahun Ajaran: 2013/2014
Kompetensi Inti:
3.Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Kompetensi Dasar:
3.11 Menganalisis fungsi dan persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah
       kontekstual.
Indikator:
Mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat, membuat model matematikanya, menyelesaikan modelnya, dan menafsirkan hasil penyelesaian masalah tersebut.
Rumusan butir soal:
Seutas kawat yang panjangnya 12 meter akan dibuat persegi panjang.
a.       Tentukan model matematika dari permasalahan di atas ?
b.      Berapa ukuran persegi panjang itu agar luasnya maksimum?
Pedoman penskoran
No
Jawaban
Skor
A
Menentukan Model matematika
Panjang kawat merupakan keliling persegi panjang = 12 meter.
Misalkan panjang = x meter dan lebar = y meter.
Keliling = 12 meter
2x + 2y = 12
x + y     = 6
y = 6 – x
Luas persegi panjang: L(x) = panjang x lebar = x(6–x)= 6x – x2
7
1
1
1
1
1
1
1
B
Menentukan nilai x dan luas maksimum
L(x) = maksimum pada x = 3
x = 3 → y = 6 – 3 = 3
L(x) maksimum = 3(6 – 3) = 3(3) = 9
Jadi, luas maksimum persegi panjang itu adalah 9 m2 dengan ukuran panjang 3 meter dan lebar 3 meter.
4

1
1
1
1

SKOR MAKSIMAL
11
Nilai siswa = (skor perolehan : skor maksimal) x 4.
Contoh:
Skor perolehan = 6.  
Nilai  = (6/8) x 4 = 3.00

3. Penilaian Kompetensi Keterampilan                                                        
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
Contoh Penilaian Proyek.
Mata Pelajaran: Matematika
Kelas/Semester: X / 1
Indikator:
Peserta didik dapat Menentukan penyelesaian persamaan yang dapat dinyatakan ke bentuk persamaan kuadrat / pertidaksamaan kuadrat.
Rumusan tugas:
Carilah beberapa soal dan jawaban mengenai penyelesaian persamaan yang dapat dinyatakan ke bentuk persamaan kuadrat/pertidaksamaan kuadrat.
Pedoman penskoran:
Level Nilai Proyek
Kriteria Khusus
4
 Superior
-     Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap suatu konsep
-     Menggunakan strategi yang sesuai
-     Perhitungannya benar
-     Penjelasannya tertulis sangat jelas
-     Diagram/tabel/gambar tepat
-     Melebihi semua permasalahan yang diinginkan
3
Memuaskan
-        Menunjukkan pemahaman yang lebih terhadap suatu konsep
-        Menggunakan strategi yang sesuai
-        Perhitungannya pada umumnya benar
-        Penjelasannya tertulis jelas
-        Diagram/tabel/gambar pada umumnya benar
-        Memenuhi  semua permasalahan yang diinginkan
2
Cukup
Memuaskan
-        Menunjukkan pemahaman terhadap sebagian konsep
-        Pada umumnya strategi yang digunakan sesuai
-        Perhitungannya pada umumnya benar
-        Penjelasannya tertulis cukup jelas
-        Diagram/tabel/gambar pada umumnya benar
-        Memenuhi  sebagian  permasalahan yang diinginkan
1
Tidak
Memuaskan
-        Menunjukkan sedikit atau tidak ada pemahaman terhadap  suatu konsep
-        Tidak menggunakan strategi yang sesuai
-         Perhitungannya tidak  benar
-        Penjelasan tertulisnya tidak  jelas
-        Diagram/tabel/gambar tidak benar
-        Tidak memenuhi permintaan permasalahan yang diinginkan


Contoh Penilaian Portofolio
Mata Pelajaran: Matematika
Kelas/Semester: X / 1
Ruang lingkup:
1.   Setiap laporan hasil dikumpulkan selambat-lambatnya satu minggu setelah peserta didik melaksanakan kegiatan.
2.   Penilaian karya portofolio terpilih dilaksanakan satu minggu sebelum Ulangan Akhir Semester 1.
Uraian tugas portofolio:
Tentukan tinggi batang pohon di halaman belakang sekolah dengan menggunakan salah satu
pilihan:
1) klinometer dan meteran      
2) meteran dan cermin




Rubrik Penilaian Portofolio:
KRITERIA
SKOR
INDIKATOR
Persiapan
(Skormaks= 3)
3
Pemilihan alat dan bahan tepat
2
Pemilihan alat atau bahan tepat
1
Pemilihan alat dan bahan tidak tepat
Pelaksanaan
(Skormaks= 9)
3
Rangkaian alat tepat dan rapi
2
Rangkaian alat tepat atau rapi
1
Rangkaian alat tidak tepat dan tidak rapi


3
Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tepat
2
Langkah kerja atau waktu pelaksanaan tepat
1
Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tidak tepat


3
Memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan
2
Memperhatikan keselamatan kerja atau kebersihan
1
Tidak memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan
Hasil
(Skormaks= 6)
3
Pengolahan data tepat
2
Pengolahan data kurang tepat
1
Pengolahan data tidak tepat


3
Simpulan tepat
2
Simpulan kurang tepat
1
Simpulan tidak tepat
Laporan
(Skormaks= 3)
3
Tampilan menarik dan bahasa sesuai kaidah
2
Tampilan menarik atau bahasa sesuai kaidah
1
Tampilan tidak menarik dan bahasa tidak sesuai kaidah

Contoh pengisian format penilaian portofolio

No

Nama
Skor untuk
Juml skor

Nilai
Persiapan
Pelaksanaan
Hasil
Laporan
1
Adi
3
5
4
2
14
2.67
Keterangan:
§ Skor maksimal = jumlah skor tertinggi setiap kriteria.
   Pada contoh di atas, skor maksimal  = 3 + 9 + 6 + 3 = 21.
§ Nilai portofolio = (Jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 4.
   Pada contoh di atas nilai portofolio = (14 : 21) x 4 = 2.67
                 

Pengolahan Nilai

1.      Capaian Kompetensi Pengetahuan
a.       Penilaian Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik), terdiri atas: Nilai Proses (Nilai Harian)= NH, Nilai Ulangan Tengah Semester = NTS, dan Nilai Ulangan Akhir Semester = NAS.
b.      Rerata Nilai Harian (RNH) diperoleh dari rerata hasil Tes Tulis, Tes Lisan, dan Penugasan setiap Kompetensi Dasar (KD).
c.       Capaian Kompetensi Pengetahuan merupakan rerata RNH, NTS, dan NAS.
Dalam LCK, capaian kompetensi pengetahuan diisi angka menggunakan skala 1 – 4 (kelipatan 0.33),  dengan dua desimal dan diberi predikat sebagai berikut:
A     :  4.00 
C+   :  2.33 
A-    :  3.66 
C     :  2.00
B+   :  3.33
C-    :  1.66
B     :  3.00 
D+    : 1.33
B-    :  2.66
D     :  < 1,00  
Contoh pengisian format pengolahan Capaian Kompetensi Pengetahuan

Mata Pelajaran : MATEMATIKA           
Kelas/Semester : X/I

No
Nama peserta
didik
Nilai Harian

RNH

NTS

NAS
LCK (rapor)
KD3.1
KD3.2
KD3.3
dst
Angka
Pred
1
Adi
2.67
3.33
3.00

3.00
2.67
2.33
2.66
B-

2.         Capaian Kompetensi Keterampilan
a.    Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik),
terdiri atas: Nilai Praktik, Nilai Proyek, dan Nilai Portofolio
b.   Nilai Praktik (NPr) diperoleh dari rerata hasil tes praktik selama satu semester.
c.    Capaian Kompetensi Keterampilan merupakan rerata nilai praktik (NPr), nilai proyek (NPy), dan nilai portofolio (NPo). Dalam LCK, capaian kompetensi keterampilan diisi angka menggunakan skala 1–4 (kelipatan 0.33), dengan dua desimal dan diberi predikat seperti pada capaian kompetensi pengetahuan.
Contoh pengisian format pengolahan capaian kompetensi keterampilan
Mata Pelajaran   : ………………………….      
Kelas/Semester  : …………………….

No
Nama peserta didik

Nilai
LCK (Rapor)
Praktik
Proyek
Portofolio
Angka
Pred
1
Adi
3.67
3.00
2.33
3.00
B

3.         Capaian Kompetensi Sikap
a.       Sikap (spiritual dan sosial) untuk Laporan Capaian Kompetensi (LCK) atau rapor terdiri atas sikap dalam mata pelajaran dan sikap antarmata pelajaran. Sikap dalam mata pelajaran diisi oleh setiap guru mata pelajaran berdasarkan rangkuman hasil pengamatan guru, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal, selama satu semester, diisi secara kualitatif dengan predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), atau Kurang (K). Sikap antarmata pelajaran diisi oleh wali kelas setelah berdiskusi dengan semua guru mata pelajaran, disimpulkan secara utuh dan ditulis dengan deskripsi koherensi.
b.      Capaian Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) dalam mata pelajaran pada LCK diperoleh dari profil sikap peserta didik secara umum berdasarkan hasil observasi guru sepanjang proses pembelajaran, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal catatan guru, menggunakan nilai kualitatif Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), atau Kurang (K).  
Contoh Pengolahan Capaian Kompetensi Sikap Spiritual (KI-1) dan Sikap Sosial (KI-2) dalam mata pelajaran.
Mata pelajaran: Matematika                  Kelas/Semester: X/1



No



Nama

Hasil observasi sikap

Profil sikap secara umum
hasil observasi

Sikap berdasarkan

LCK
(Rapor) –
Sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2) dalam mapel
Semangat belajar
Santun
Peduli
Penilaian diri
Penilaian antarpesdik
Jurnal
1
Adi
B
B
C
B
B
B
C
B

Contoh Pengolahan Capaian Kompetensi Sikap Spiritual (KI-1) dan Sikap Sosial (KI-2) antarmata pelajaran.
Kelas/Semester:  X/1

No

Nama
Sikap (KI-1 dan KI-2)  dalam mata pelajaran

Sikap spiritual (KI-1) dan sikap sosial (KI-2) antarmapel
1
2
3
4
..
..
..
15
1
Adi
B
B
SB
C
B
B
SB
C
Peserta didik  sudah menunjuk-kan sikap mengamalkan ajaran agamanya,  mulai konsisten    menerapkan sikap santun, jujur dan kerjasama, namun masih perlu ditingkatkan lagi sikap percaya diri dan kepedulian terhadap lingkungan.
2
……..










DAFTAR PUSTAKA

Penilaian Autentik Pada Proses dan Hasil Belajar (2013). Hand out 2.3.1 Pelatihan Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A tentang Implementasi Kurikulum.

Petunjuk Teknis Rancangan Penilaian Hasil Belajar (2010). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA